Langsung ke konten utama

Memikirkanmu dalam Diamku

rintihan angin memilin sepi
mengorek kisah dalam memori
menggores rindu merayap hati
memupuk rasa yang tak terobati

masih terlintas kenangan tentang kita
masih berbekas cerita tentang kita
bukan tentangku, atau tentangmu
tapi tentang kita

semoga kau tahu
di sini, aku memikirkanmu dalam diamku
di sini, aku mengharapkanmu dalam do'aku
di sini, aku masih untukmu


*****

iya, gue galau . . . . .
yang ga' tahu apa itu galau, sini gue jitak!

Komentar

  1. oalah hari gini masih aja jadi secret admirer....
    cinta itu rasa untuk di ungkapkan bukan untuk di sembunyikan, klo yang di sembunyiin namanya rahasia

    BalasHapus
  2. Gue gak tau apa itu galau, jitak gue :P

    Kunjungan dan followback ditunggu ke http://coretanrifqi.blogspot.com

    BalasHapus
  3. yaaaak, yang gagal mupoooon, cabal ya kakaaaakkk...cinta memang begituuu...:p

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya saudara lebih paham tentang mupon -_-

      Hapus
    2. nggak. saya nggak faham apa apa, saya gagal faham. saya innocent. :p

      Hapus
  4. nal lo bisa galau juga ya :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue juga manusia biasa yang berhak galau lang
      -_-

      Hapus
  5. jangan sampai kegalauan mu itu berkepanjangan yo mas. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gabe, Si Raja Gundu

Postingan kali ini gue akan menceritakan sejarah yang belum tentu diketahui semua orang. ***** Alkisah ketika kerajaan Majapahit masih berjaya dan Hayam Wuruk belum menduduki tahta kerajaan, diadakanlah sebuah Turnamen Gundu Nasional yang diadakan setiap satu tahun sekali. Setiap provinsi wajib mengirimkan pemain andalannya masing-masing. Selain memiliki nilai gengsi yang tinggi, provinsi yang memenangkan turnamen akan diberi biaya operasional provinsi dengan nilai yang sangat besar selama satu tahun. Saking besarnya biaya operasional yang didapat, warga satu provinsi tersebut ga' perlu bekerja lagi selama satu tahun untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap perwakilan yang akan berangkat menghadapi turnamen diarak dan diperlakukan layaknya pejuang yang akan berangkat menuju medan pertempuran. Dan yang bisa membawa pulang kemenangan, akan disambut layaknya pahlawan perang, dan akan dihormati oleh seluruh rakyat provinsi. Tersebutlah Gabe, seorang TKI yang bekerja di Nigeria....

Lembaran Baru, di Buku yang Sama

Jalan hidup sepertinya tak semulus paha cherrybelle keinginan. Ketika hati sudah menetapkan dan mulai memantapkan untuk tinggal di Makassar, turun SK yang mengharuskan gue untuk pindah, pindah dari Makassar, karena perusahaan emang lebih membutuhkan tenaga di tempat yang baru. Dan di Surat Kampret itu menyebutkan bahwa gue harus pindah ke Pulau Bacan. Bacan? Mana itu? Bagi kalian yang ga tau Bacan, kalian perlu 2 barang utama. Yang pertama kalian butuh peta, bisa beli, kalo ga beli ya pinjem lah. Peta Indonesia ya, jangan peta Amerika, apalagi peta Uni Emirat Arab. Ga ada di situ. Karena Bacan itu punyanya Indonesia. Kalo peta udah di tangan, kalian bisa lihat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Barang kedua yang kalian butuhin adalah kaca pembesar, loop, atau alat semacamnya. Pake loop itu kalian bisa lihat pulau kecil di peta, di bagian bawah Provinsi Maluku Utara, bukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur loh. Nah disitu letak pulau Bacan. Hahahaha

Menghargai yang Dimiliki

Seorang cewek bernama Siti, yang berparas biasa-biasa aja tengah terduduk lesu di kamar kosnya yang gelap. Di luar kilat dan rombongan air menetes dari langit. Lampu di kamar kosnya ga bisa nyala, begitu juga di kamar-kamar yang lain. Bukan karena konsleting listrik, bukan juga karena sekeringnya putus, tapi karena kWh meter prabayarnya lupa diisi pulsa. Berhubung week end , orang di kosnya pada pulang kampung semua. Sedangkan Siti ga bisa pulang karena dia lagi ikut program pelatihan diet massal yang diselenggarakan kampusnya setiap hari Minggu. Otomatis sekarang Siti berteman sepi di kosnya yang gelap. Siti bingung, galau, pikirannya kalut. Dia bingung mau gimana, dia takut sendirian, gelap-gelapan lagi. Mau beli pulsa di luar hujan, jauh lagi, harus lewat jalan darat 50 km, nyebrang pake boat 40 menit, dilanjut renang diantara buaya. Pokoknya jauh lah. Di tangan kanannya, Siti udah megang segelas minuman anggur. Saking galaunya Siti sampai haus, untung aja sebelum mati ...