Langsung ke konten utama

70 Tahun Indonesia Merdeka

"17 Agustus tahun 45
itulah Hari Kemerdekaan kita.........."

17 Agustus 1945, tepat 70 tahun yang lalu Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno didampingi dengan Moh. Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia yang menandai bebasnya Indonesia dari penjajahan bangsa lain, dan berdiri sebagai negara yang merdeka.


Sebagai warga negara, kita patut berbangga. Karena kemerdekaan Indonesia bukan merupakan hadiah dari bangsa penjajah, melainkan diperoleh dengan perjuangan jiwa dan raga.
Dan sejak saat itu, setiap tanggal 17 Agustus selalu diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia yang ditandai dengan upacara bendera. Pun juga dengan berbagai lomba-lomba yang diadakan. DP dan PM, serta status-status di sosial media tentang kemerdekaan, nasionalisme pun bermunculan. Jiwa nasionalisme yang selama setahun ke belakang seakan tertidur, mulai bangkit lagi.

Momentum 17 Agustus memang momentum yang paling tepat sebenarnya, untuk mengingatkan kita sebagai warna negara bahwa kita adalah Indonesia yang sama dan satu, Bhinneka Tunggal Ika. Dan sebagai satu kesatuan, sudah selayaknya kita bekerja bersama untuk bangsa.

70 tahun Indonesia Merdeka, dengan slogan AYO KERJA. Slogan yang cukup jelas, mengajak seluruh warga negara untuk bersama-sama mengangkat bahu membangun bangsa. Membangun kesadaran bahwa kita adalah bagian dari Indonesia. Kesadaraan akan bagian dari Indonesia ini, yang harus dijadikan landasan untuk berpikir "Apa yang sudah aku berikan untuk Bangsaku", bukan lagi pemikiran tentang "Apa yang bisa aku ambil dari Bangsaku".

Andai semua warga negara berpikir dan bertindak seperti itu, bukan tidak mungkin kemerdekaan terhadap penjajahan dari kemiskinan, kebodohan, serta antek-anteknya dapat benar-benar terwujud.

Semoga peringatan 70 tahun Kemerdekaan Indonesia ini bukan hanya euforia sesaat, namun akan terus berkelanjutan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan diikuti pemahaman dan kesadaran, bahwa aku Indonesia.

Komentar

  1. Mungkin, untuk para blogger slogannya sedikit berubah jadi "Ayo nge-blog". Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bisa, karena nge-blog juga termasuk kata kerja :D

      Hapus
    2. Hallo Zainal, sebelumnya maaf nih. Saya ingin berkomentar tapi kenapa nggak ada kolom komentarnya ya? Udah cek kemana-mana tapi nggak ada. -.-a Maaf nimbrung di komentar orang.
      Selamat lahirnya Indonesia buat semua! Selama 70 tahun ini, walau aku baru hidup di sini bentar lagimau 17 tahun, tapi masih kerasa banget perjuangan pahlawan-pahlawan yang berjuang memerdekakan Indonesia. Semoga di 70 tahun ini, Indonesia semakin lebih baik dan semakin berkembang ke arah yang lebih baik. :)

      Hapus
    3. Mungkin kolom komentarnya lagi ngumpet kali ka hehe, tapi ada kok kolom komentarnya dibawah.... hehe. btw iya selamat hari lahir indonesia buat semua warganya semoga makin bangga dengan indonesia, semoga indonesia bisa makin baik kedepannya, aminn :D

      Eh ini kenapa ikut nimbrung juga komentarnya hehe :D

      Hapus
  2. AYOO KERJAA. kerjaan ku setiap hari cuman ngeblog, bikin juga dong logo AYO NGEBLOG, kayaknya keren tuh buat di jadiin widget disamping hihi :D Dirgahayu indonesia ku , semoga engkau tetap menjadi negara yang adil dan makmur. amin..

    BalasHapus
  3. Ayooo Kerjaaaaa!!!!!
    Kerja cari nafkah, kerja utk klrga, kerja spy hidup layak dan yg penting seperti katamu Zal...KERJA MEMBAMGUN BANGSA.
    Smg gak hanya di hari 17an ini ua semangatnya.. Tapi terus menerus utk Indonesia. Merdekaaaa!

    BalasHapus
  4. Kalau gue mau di ganti jadi Ayoo Tidurr ... apakah kalian tau , "..hidup itu ber awal dari mimpi, ketukan yang tinggii .. [Eh Malah Nyanyii].."

    BalasHapus
  5. perempuan dikatakn sdh merdeka jika sdh mampu menahan "hobi"nya utk shopping,jadi... ayooo belanja! ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Do'a Anak Kecil Agar Ramadhan Setiap Hari

"Assalamu’alaikum. Mak, Udin habis dari rumah Pak Mamat." Lapor Udin pada Emaknya. Sebulan setelah bulan Ramadhan lewat. "Tapi Pak Mamat udah ga' mau ngasih makan lagi, ga' kaya' kemarin pas puasa. Pak Mamat selalu mau ngasih Udin makan." "Kata Pak Mamat sih buat bayar fidyahnya soalnya ga' kuat kalau puasa. Lucu ya Mak, Pak Mamat kok ga’ kuat puasa. Udin yang kelas 5 SD aja puasa penuh. Pak Mamat kan badannya gede, sehat.” “Eh, tapi ga' papa ding, kan kalau Pak Mamat puasa Udin malah ga' dapat makan. Hahaha....." Udin tertawa, meralat omongannya sendiri. Tapi Emaknya tidak ikut tertawa. "Jarang-jarang kan Udin bisa makan pakai telur, kemarin malah sempat ada potongan ayamnya." Kenang Udin, sambil mengusap air liur yang mengalir di sudut bibirnya. "Kenapa kalau pas bulan puasa orang-orang pada baik ya Mak?"

Lembaran Baru, di Buku yang Sama

Jalan hidup sepertinya tak semulus paha cherrybelle keinginan. Ketika hati sudah menetapkan dan mulai memantapkan untuk tinggal di Makassar, turun SK yang mengharuskan gue untuk pindah, pindah dari Makassar, karena perusahaan emang lebih membutuhkan tenaga di tempat yang baru. Dan di Surat Kampret itu menyebutkan bahwa gue harus pindah ke Pulau Bacan. Bacan? Mana itu? Bagi kalian yang ga tau Bacan, kalian perlu 2 barang utama. Yang pertama kalian butuh peta, bisa beli, kalo ga beli ya pinjem lah. Peta Indonesia ya, jangan peta Amerika, apalagi peta Uni Emirat Arab. Ga ada di situ. Karena Bacan itu punyanya Indonesia. Kalo peta udah di tangan, kalian bisa lihat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Barang kedua yang kalian butuhin adalah kaca pembesar, loop, atau alat semacamnya. Pake loop itu kalian bisa lihat pulau kecil di peta, di bagian bawah Provinsi Maluku Utara, bukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur loh. Nah disitu letak pulau Bacan. Hahahaha

Gabe, Si Raja Gundu

Postingan kali ini gue akan menceritakan sejarah yang belum tentu diketahui semua orang. ***** Alkisah ketika kerajaan Majapahit masih berjaya dan Hayam Wuruk belum menduduki tahta kerajaan, diadakanlah sebuah Turnamen Gundu Nasional yang diadakan setiap satu tahun sekali. Setiap provinsi wajib mengirimkan pemain andalannya masing-masing. Selain memiliki nilai gengsi yang tinggi, provinsi yang memenangkan turnamen akan diberi biaya operasional provinsi dengan nilai yang sangat besar selama satu tahun. Saking besarnya biaya operasional yang didapat, warga satu provinsi tersebut ga' perlu bekerja lagi selama satu tahun untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap perwakilan yang akan berangkat menghadapi turnamen diarak dan diperlakukan layaknya pejuang yang akan berangkat menuju medan pertempuran. Dan yang bisa membawa pulang kemenangan, akan disambut layaknya pahlawan perang, dan akan dihormati oleh seluruh rakyat provinsi. Tersebutlah Gabe, seorang TKI yang bekerja di Nigeria....