Langsung ke konten utama

Festival Mesin Waktu Generasi 90an

Tanggal 14 Oktober kemarin saya diajakin istri (iya, saya udah nikah) buat datang ke acara Festival Mesin Waktu Generasi 90an. Alasan dia sih karena kangen sama suasana 90an. Saya sih iya-iya aja soalnya saya juga kangen sama suasana jaman kecil dulu dibayarin sama istri. *suamimodalsedikit

Jadi tahun 2017 ini Generasi90an berkolaborasi sama Ismaya Live membuat suatu acara dengan tema Festival Mesin Waktu. Ini merupakan event ke 3 selama lima tahun, yang berkonsep suasana 90an. Acaranya bertempat di The Establishment SCBD Lot 6.

Pas hari-H rencanaya pagi-pagi kami mau jalan-jalan dulu di Monas, berhubung selama tinggal di Bekasi saya belum pernah ke Monas. Ga' tahu kenapa, meskipun sudah dua tahun lebih saya bekerja dan tinggal di Bekasi tapi saya malah malas kalau main ke Jakarta. Padahal jaman zaman kecil dulu kalau denger kata Jakarta udah tertarik banget, dan kalau udah pernah ke Jakarta bisa dipamerin ke temen-temen (kok dulu saya udik banget ya, hahaha), tapi sekarang pas udah deket malah malas.

Ketika prepare buat berangkat, saya dihubungin atasan diminta berangkat ke kantor soalnya ada pekerjaan yang harus diselesaiin hari itu juga. Niat awalnya mau dikerjaiin cepet-cepet biar tetap bisa ke Monas, tapi kok ya ngepasin pas ada masalah komunikasi dan baru selesai setelah hampir ashar. Saya dan istri akhirnya batal ke Monas. Emang belum berjodoh sama Monas.

Setelah kerjaan selesai, kami pun berangkat ke tempat acara. Berhubung berangkatnya udah kesiangan, sampai tempat acara pun gate udah lama dibuka. Untungnya masih belum masuk ke acara utama.

Di acara Festival Mesin Waktu ada beberapa zona. Ada zona nonton, zona main, zona museum, dan  zona jajan.


Di zona nonton kita bisa nonton film-film zaman 90an, mulai dari power ranger, jin dan jun, gaban, sampai sinetron tersanjung dan si doel. Ada yang tahu film-film itu? Selamat!! Anda tua dewasa.




Di zona museum, ada beberapa barang yang mengingatkan kita sama mainan jaman dulu. Ada mainan-mainan zaman dahulu, novel dan majalah lama, dan kaset-kaset era 90an. Jadi penasaran novel lupus sama majalah bobo di rumah pada kemana ya?

Di zona main kita bisa memainkan permainan tradisional dan modern pas tahun 90an. Dari ular tangga, engklek, gembot sampai sega, ding-dong, dan ps satu. Yang kangen main mario, ctr, contra, captain tsubasa bisa main di sini. Dan di zona jajan, tersedia jajanan anak-anak dan tradisional yang sayangnya ga' gratis. Hahaha.....

Sambil nungguin acara utama, kami saya puas-puasin main game di situ. Sayangnya di acara ini ga' ada makanan berat, atau makanan yang ada di sana kurang berat buat saya (iya, saya makannya emang banyak). Jadi sebelum acara utama mulai saya sama istri keluar dulu buat makan dan solat. Untungnya di acara ini pakai sistem wristband, jadi kita bisa keluar masuk berapa kalipun.

Selesai makan dan solat kita balik lagi ke The Establishment. Dan acara utama pun dimulai. Setelah band pembuka tampil, girlband Bening tampil pertama. Jujur saya ga' tahu lagu-lagunya. Antara mereka kurang terkenal zaman dulu atau saya yang kuper. Tapi berhubung istri dan orang lain pada ikutan nyanyi, berarti kesimpulan kedua yang bener. Saya kuper, hahaha.

Setelah Bening, ada om-om dari P-Project yang bikin kita ngakak. Mereka ga' cuma nyanyi, tapi juga ngelawak di panggung. Meskipun di tivi mereka masih sering ngelawak, terutama kang Denny Chandra, tapi di sini sensasinya beda. Soalnya tanpa sensor, *eh


Om-om P-Project selesai, giliran Base Jam tampil. Mereka membawakan lagu single baru dan lagu yang hits zaman 90an, seperti Bukan Pujangga dan Bermimpi. Yang bikin saya heran sih muka personilnya kok ga' keliatan tua banget ya. Apalagi Adon, padahal harusnya kalau saya umur ** tahun dia harusnya sudah 20 tahunan lebih tua. Tapi..... ah sudahlah, mungkin mereka pakai obat awet muda.

Acara selanjutnya makin ramai dengan tampilnya Naif. Naif menyanyikan banyak lagu dari album-album lawas maupun album yang agak baru. Penampilan David, Emil, Pepeng, dan Om Jarwo sangat menghibur. Lagu-lagu Naif yang ga' pernah mati pun dibawain dengan atraktif.

Setelah Naif, acara Festival Mesin Waktu ditutup oleh Teh Melly Goeslaw dengan band Potret.



Overall, acara Festival Mesin Waktu ini menghibur. Memori-memori masa kecil sedikit muncul. Meskipun ga' seindah dan seasik waktu ngejalanin dulu.

Mungkin memang benar kata orang, meskipun sekarang kita bisa beli bola plastik sebanyak apapun yang kita mau tapi kita ga' akan bisa beli waktu kecil buat balik lagi. Jadi yang kita bisa lakukan adalah menghargai setiap waktu yang kita miliki saat ini.

Terima kasih generasi 90an, semoga acara selanjutnya bisa semakin seru dan suasana 90an semakin terasa.

NB : beberapa foto ngambil dari instagram generasi 90an

Komentar

  1. BROKER TERPERCAYA
    TRADING ONLINE INDONESIA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Do'a Anak Kecil Agar Ramadhan Setiap Hari

"Assalamu’alaikum. Mak, Udin habis dari rumah Pak Mamat." Lapor Udin pada Emaknya. Sebulan setelah bulan Ramadhan lewat. "Tapi Pak Mamat udah ga' mau ngasih makan lagi, ga' kaya' kemarin pas puasa. Pak Mamat selalu mau ngasih Udin makan." "Kata Pak Mamat sih buat bayar fidyahnya soalnya ga' kuat kalau puasa. Lucu ya Mak, Pak Mamat kok ga’ kuat puasa. Udin yang kelas 5 SD aja puasa penuh. Pak Mamat kan badannya gede, sehat.” “Eh, tapi ga' papa ding, kan kalau Pak Mamat puasa Udin malah ga' dapat makan. Hahaha....." Udin tertawa, meralat omongannya sendiri. Tapi Emaknya tidak ikut tertawa. "Jarang-jarang kan Udin bisa makan pakai telur, kemarin malah sempat ada potongan ayamnya." Kenang Udin, sambil mengusap air liur yang mengalir di sudut bibirnya. "Kenapa kalau pas bulan puasa orang-orang pada baik ya Mak?"

Lembaran Baru, di Buku yang Sama

Jalan hidup sepertinya tak semulus paha cherrybelle keinginan. Ketika hati sudah menetapkan dan mulai memantapkan untuk tinggal di Makassar, turun SK yang mengharuskan gue untuk pindah, pindah dari Makassar, karena perusahaan emang lebih membutuhkan tenaga di tempat yang baru. Dan di Surat Kampret itu menyebutkan bahwa gue harus pindah ke Pulau Bacan. Bacan? Mana itu? Bagi kalian yang ga tau Bacan, kalian perlu 2 barang utama. Yang pertama kalian butuh peta, bisa beli, kalo ga beli ya pinjem lah. Peta Indonesia ya, jangan peta Amerika, apalagi peta Uni Emirat Arab. Ga ada di situ. Karena Bacan itu punyanya Indonesia. Kalo peta udah di tangan, kalian bisa lihat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Barang kedua yang kalian butuhin adalah kaca pembesar, loop, atau alat semacamnya. Pake loop itu kalian bisa lihat pulau kecil di peta, di bagian bawah Provinsi Maluku Utara, bukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur loh. Nah disitu letak pulau Bacan. Hahahaha

Gabe, Si Raja Gundu

Postingan kali ini gue akan menceritakan sejarah yang belum tentu diketahui semua orang. ***** Alkisah ketika kerajaan Majapahit masih berjaya dan Hayam Wuruk belum menduduki tahta kerajaan, diadakanlah sebuah Turnamen Gundu Nasional yang diadakan setiap satu tahun sekali. Setiap provinsi wajib mengirimkan pemain andalannya masing-masing. Selain memiliki nilai gengsi yang tinggi, provinsi yang memenangkan turnamen akan diberi biaya operasional provinsi dengan nilai yang sangat besar selama satu tahun. Saking besarnya biaya operasional yang didapat, warga satu provinsi tersebut ga' perlu bekerja lagi selama satu tahun untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap perwakilan yang akan berangkat menghadapi turnamen diarak dan diperlakukan layaknya pejuang yang akan berangkat menuju medan pertempuran. Dan yang bisa membawa pulang kemenangan, akan disambut layaknya pahlawan perang, dan akan dihormati oleh seluruh rakyat provinsi. Tersebutlah Gabe, seorang TKI yang bekerja di Nigeria....